Cigar Isn’t That Bad

“ Hey, tunggu dulu. “

Dia buru-buru mengejarku, padahal rasanya aku betul-betul tidak ingin lebih lama lagi berada di dekatnya. Sikap dia benar-benar membuatku capek sendiri. Aku berusaha mempercepat langkah, tapi dia lebih sigap tenyata. Dia segera menghentikan aku dengan menangkap tanganku.

“ Apa sih? “ tanyaku risih.

“ Gini aja deh. Ini, lo ambil rokok gw. Baru gw beli dan belum gw isep satupun. “

Dia menyerahkan satu kotak rokok yang merupakan favoritnya. Aku mengangkat alis heran. “ Apa? “

“ Iya. Ini satu-satunya rokok yang gw punya sekarang. Ambil. “ Dia semakin memaksaku untuk mengambil barang yang paling aku benci.

“ Buat apa? “

“ Gw tahu lo hobi nyembunyiin rokok, atau kalo gak matah-matahin rokok. Punya siapapun. Dan gw juga udah sering jadi korban keganasan lo menghilangkan rokok. “

“ Iyaa.. terus? “

You can take mine, now. “

“ Astaga, gw dari tadi bingung. Lo ngomong muter-muter. Intinya apa? Buat apa? Biasanya lo ngamuk setiap gw ngelakuin itu. Sekarang lo kasih rokok yang baru lo beli, masih utuh, buat apa? Lo mau maksa gw buat ngerokok? Gila lo. “

“ Bukaaaann.. “

Hmm? Kenapa dia uring-uringan sendiri begitu aku bertanya seperti itu.

Gosh, I can’t believe it is really hard to say  this.

Dan dia bergumam sendiri? Ada apa ini?

I like you, ok? Dan lo bisa menghancurkan rokok yang ada di tangan gw sekarang kalau mau. Anything asal lo seneng saat ini juga. “

Apa?
Apa?
Coba aku replay lagi. Dia bilang  I like you? Oke, memang bukan I love you or else. Tapi dia mengungkapkan perasaannya padaku? Seriously? Aaaaahh.. ada apa ini? Hari ini rasanya berjalan sangat aneh.

“ Jadi, ini. “
Dia menyodorkan lagi rokoknya.

“ Gw masih nggak ngerti. “ hanya itu respon yang bisa aku keluarkan. Dan aku yakin itu membuat dia bingung, karena jujur, akupun tidak menyangka kata-kata ini yang keluar dari mulutku.

“ Gak ngerti apa? “

“ Untuk orang yang hobi banget ngerokok, lo mau nyerahin rokok lo ke seorang cewe yang lo suka? Astaga, gw rasa itu berlebihan. “

“ Nah, sekarang gw yang bingung. Apa salahnya gw menyerahkan barang yang sangat gw suka untuk ditukar sama hal yang lain yang mungkin lebih gw butuhin sekarang? And it’s you who I like. Orang yang benci rokok. Jadi gak salah dong. “

Aku akhirnya mengambil rokok yang dari tadi dia sodorkan.

“ Bukan kaya gini lo membuktikan kalo lo suka sama seorang cewe yang jadi musuh utama rokok. But thanks, you give the chance to do something I like the most.

Aku keluarkan satu per satu rokok yang ada di kotak itu, dan ya, mematahkan semua batang yang aku pegang. Kecuali satu.

“ Ini buat lo. “

Aku menyodorkan satu batang rokok yang masih tersisa utuh dan menyerahkannya pada orang yang harusnya jadi pemilik seluruh batang rokok yang baru saja kupatahkan.

“ Kenapa lo nyisain satu biji? “

“ Karena gw mau memberikan sesuatu, yang meskipun gw benci, tapi orang yang gw suka sangat menyukainya. “

Giliran dia yang menatapku bingung. “ Maksud lo.. Lo juga… “

“ Terserah gimana lo menginterpretasikannya. “

– End –

12 Responses to “Cigar Isn’t That Bad”


  1. 1 raisa May 13, 2009 at 4:08 pm

    wuahahahahaha.
    nice story there.

  2. 2 nandia May 13, 2009 at 4:29 pm

    wow. oke. oke.
    terinspirasi dari rokok2 yang disembunyikan? 😀

  3. 3 ayu May 13, 2009 at 4:37 pm

    seperti apa yang diucapkan si tokoh ‘aku’
    “terserah gimana kalian menginterpretasikannya”

  4. 4 nandia May 13, 2009 at 5:08 pm

    dan akupun punya intrepretasi sendiri di dalam alam pikiranku waktu baca ini
    🙂 🙂 🙂

  5. 5 tika May 13, 2009 at 8:44 pm

    HAHAHAHAHA.
    it’s funny how I imagine you and someone do such conversation 😉
    *I hope you got me when I say ‘someone’*
    no offense yu no offense X)

    nice 🙂

  6. 6 ayu May 13, 2009 at 8:57 pm

    please tik please
    i’m begging you
    this is not about someone that you imagine.
    pleaaasseeee..

  7. 7 rora May 13, 2009 at 9:03 pm

    aku..
    ketawa aja deh
    oke yu….
    sangat mengaplikasikan kehidupan
    dan hobi wanita-wanita kehidupan buat matahin rokok..

  8. 8 chanepyong May 13, 2009 at 11:24 pm

    oh, can i say

    inspired by a true story?

    anyway, nice point to tell that yu 😉

  9. 9 ayu May 14, 2009 at 7:32 am

    hhahaha…
    it could be based on our daily life.
    hahah.

  10. 10 hamdi September 15, 2009 at 11:42 pm

    hoho… nokomeng dah…

  11. 11 ayudia triwardhani September 16, 2009 at 12:01 am

    pembicaraan cewe cewe dewasa ga dimengerti ya di?
    😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




Categories


%d bloggers like this: