Move to another blog

Berhubung terjadi kesalahan teknis, harusnya saya nggak ngepost cerita pengalaman saya di blog ini. Jadi buat yang mau baca lebih lanjut (kalo ada yang baca) tentang pengalaman saya terutama selama tinggal di korea, silakan berkunjung ke:

Thousand Words of Mine

thanks!

Raya

Namanya Raya, putri tunggal kakak perempuanku, Shareen. Shareen sangat menyayangi Raya hingga dapat mengorbankan apapun untuk putrinya itu. Shareen mencurahkan semua yang dia miliki hanya untuk Raya. Waktu, kasih sayang, bahkan jiwanya. Raya adalah pusat dunianya. Shareen tidak akan melepaskan perhatiannya sedikitpun dari Raya.

Seperti saat aku mengunjungi Shareen hari itu. Kuketuk pintu kamarnya pelan, sebelum menampakan diriku di hadapan Shareen. Biasanya Shareen tidak suka jika waktu berharganya bersama Raya diganggu sedikitpun.

“ Shareen? Boleh aku masuk? “

Shareen mendongak. Seperti biasa, dia sedang menggendong Raya. Aku tidak mau mengusik ketenangan yang dipancarkan oleh kakakku itu. Shareen tersenyum melihatku.

“ Ya, masuk saja, Kara. Raya baru saja tidur. “

Aku masuk dengan membawa sekeranjang apel, kesukaan Shareen. Shareen bilang Raya juga sangat menyukainya. Kusimpan keranjang itu dan segera duduk di sofa yang ada di samping Shareen.

Selama satu jam, aku mendengarkan dengan seksama dengan mendengarkan celotehan Shareen mengenai Raya. Bagaimana  tangisan Raya setiap malam membangunkannya, namun Shareen tidak keberatan. Raya yang senang tertawa. Wajahnya sering mengingatkan Shareen akan wajah Ibu kami berdua yang sudah tiada. Selama itu, tidak sedikitpun Shareen melepaskan Raya dari gendongannya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Aku berpamitan pada Shareen, memeluk dirinya pelan. Yang cukup mengejutkanku, Shareen mengizinkanku memberikan kecupan di kening Raya. Aku tersenyum mendengarnya.

Aku tidak langsung pergi begitu aku keluar dari kamarnya. Kubiarkan diriku berdiri memandang kakakku dari jendela kamarnya. Tak lama, seorang wanita paruh baya menghampiriku.

“ Sekali lagi, tolong ceritakan apa yang terjadi pada anaknya. “

Aku tetap memandang Shareen. “ Shareen tidak pernah memiliki anak. “

“ Tapi, Raya? “

“ Raya tidak pernah ada di dunia. Shareen memang pernah hamil, tapi Raya tidak pernah lahir. “

“ Keguguran? “

“ Bukan. “ Aku menggeleng. “ Aborsi. Saat kandungannya sudah berusia 4 bulan, sudah bernyawa, dan setelah itu…. “

Aku tidak berhasil melanjutkan ucapanku. Perasaanku bercampur aduk, antara sedih, marah, kesal, dan perasaan kasihan. Shareen tidak pernah ingin menggugurkan kandungannya, namun lelaki yang sudah biadab menghamili kakakku memaksanya untuk melakukan aborsi. Semenjak saat itu, Shareen tidak pernah melepaskan pelukannya dari sebuah guling kecil. Bukan seorang bayi manusia bernama Raya.

 

Setitik Sinar Dalam Hitam

I met her once again.

A girl from the past, who has become the reason why I’m chasing this dream.

Walaupun aku tidak pernah menyangka akan bertemu dengan kondisi seperti ini. Aku, untuk pertama kalinya, dipercaya untuk menjadi sutradara video klip seorang penyanyi pendatang baru, yang  tidak pernah kukira itu adalah dia.

Continue reading ‘Setitik Sinar Dalam Hitam’

Fake

Enjoy cerpen baru saya.

Udah dibikin dari beberapa bulan yang lalu, tapi seperti biasa kena writer’s block detik-detik terakhir. Akhirnya baru diberesin sekarang. hehe. Karena waktu di word lumayan panjang buat ukuran cerpen (8 halaman) jadi saya bagi jadi dua postingan. Jadi sangat diharapkan bacanya yang bagian 1 dulu ya. hehe.

Silakan membaca! 🙂

Fake (bagian 1)

Fake (bagian 2)

Jangan lupa kritik dan sarannya, sangat ditunggu. :p

Fake (Bagian 2)

….

Saya menikmati hubungan pura-pura yang saya jalani bersama Galih . Fine-fine saja buat saya. Tapi lama kelamaan saya lelah, karena saya membohongi diri sendiri. Entah sejak  kapan, perasaan saya sama Galih mulai tergali lebih dalam. Dan saya juga merasa tidak enak berbohong dengan sahabat-sahabat saya, terutama Miranti. Akhirnya, tanpa sepengetahuan Galih, saya bercerita pada Miranti.

“ Mir, gue mau bikin sebuah pengakuan. “

“ Apa? “

Continue reading ‘Fake (Bagian 2)’


Categories